Sukses, sebuah kata yang diharapkan setiap insan di dunia. setiap manusia pasti ingin sukses baik secara materi maupun non materi. namun tidak bisa di pungkiri saat ini banyak manusia yang ingin sukses dari segi materi saja. setiap orang pasti ingin memiliki pekerjaan yang layak, di angkat ke posisi lebih tinggi dalam sebuah perusahaan, megumpukan uang sebanyak banyaknya, ini semua merupakan harapan setiap manusia di muka bumi. namun bagaimana dalam islam memandang kata sukses ini?
Islam secara bahasa bermakna taat, tunduk, patuh, pasrah dan berserah diri kepada Allah SWT. itu artinya bahwa allah telah menurunkan sebuah ajaran(Agama) kepada kita sebagai sebuah petunjuk untuk memperoleh keselamatan dunia dan akhirat dengan dengan cara tunduk, patuh dan pasrah kepada setiap hal yang di perintahkan dan dilarang oleh Allah SWT.
Islam sebagai agama rahmatan lil alamin yang yang bermakna bahwa islam datang membawa ketenangan, kedamaian dan keamanan serta perlindungan kepada setiap insan.Dalam islam juga sudah mengatur segala bentuk kehidupan bagi setiap manusia. begitupun dengan kesuksesan, jalan untuk menggapai sebuah kesuksesan sudah di atur dalam islam. namun kusuksesan dalam islam berbeda dengan kesuksesan yang sekarang ini dipahami oleh sebagian orang.
Kesuksesan dalam islam tidak di ukur dengan seberapa banyak harta yang dimiliki seseorang dan juga seberapa tinggi jabatan dalam sebuah perusahaan. dalam islam harta kekayaan dan kesenangan dalam dunia hanyalah sebuah titipan yang diberikan oleh Allah SWT. yang sifatnya sementara.
Namun, kesuksesan dalam Islam dapat kita lihat dalam bagaimana kita dapat membina dunia dan akhirat kita. orang yang di pandang sukses dalam islam yang pertama ialah orang yang dapat bermanfaat bagi orang lain. karena dengan kita bermanfaat bagi orang lain di samping pahala kita bertambah tentunya kita akan selalu di senangi dengan orang-orang di sekitar kita. dalam sebuah hadis mengatakan bahwa " sebaik-baik manusia ialah manusia yang memberikan manfaat bagi orang lain" (HR Bukhari). kedua adalah memanfaatkan potensi untuk membangun masyarakat. artinya bahwa ketika kita memiliki keahlian tertentu kita manfaatka hal tersebut untuk membangun masyarakat di sekitar kita. yang terakhir adalah Sukses di akhirat, ini merupakan kesuksesan yang abadi dan tidak tertandingi. kalau kita mengukur kadar kesuksessan itu hanya di dunia, itulah hanyalah kesuksesan yang sementara. sedangkan kesuksekan yang abadi adalah keselamatan kita di akhirat.
اعْمَلْ لِدُنْيَاكَ كَأنَّك تَعِيشُ أبَدًا، وَاعْمَلْ لِآخِرَتِكَ كَأَنَّكَ تَمُوْتُ غَدًا
Artinya: “Bekerjalah untuk duniamu seakan-akan engkau akan hidup selamanya. Dan bekerjalah untuk akhiratmu seakan-akan engkau akan mati besok pagi.”
Komentar
Posting Komentar