Aku baru lulus di salah satu perguruan tinggi negeri. Aku pun sangat senang dengan kelulusan ini walaupun pada dasarnya tidak kunikmati akibat wabah yang melanda negeri ini (covid 19). Tapi itu tidak jadi masalah bagiku karena mungkin ada sebuah makna di balik semua ini. Dari kelulusan ini berarti aku harus membuka lembar baru lagi dalam hidupku. Seperti saat sekolah semuanya harus di mulai dari bawah sampai ke yang tinggi. Lembaran baru ini aku awali dengan mencari pekerjaan yang layak untuk ku. Namun, seiring waktu berjalan aku belum menemukan pekerjaan yang ku dambakan. Waktu demi waktu ku arungi namun tak kunjung datang apa yang ku harap. Terkadang aku iri dengan temanku begitu mudahnya mereka mencari pekerjaan. Hanya dengan sekali melakukan pendaftaran bisa langsung diterima. Sedangkan aku, SDH berkali kali daftar ini dan itu namun takdir berkata lain. Walaupun aku iri tapi aku harus tetap tabah dan bersyukur dengan yang aku punya sekarang. Mungkin Allah...
aku terlahir dari keluarga yang sederhana. ayah ku bekerja sebagai petani sedangkan ibu ku sebagai URT dan terkadang juga ikut berkebun dengan ayahku. aku juga mempunyai satu kakak dan dua orang adik. sungguh keluarga yang bisa di bilang lengkap. dari kecil aku di didik dengan keras oleh orang tua ku. setiap pagi sebelum pergi sekolah aku selalu di suruh untuk mengambilkan rumput untuk ternak. orang tuaku mengajarkan ku bagaimana caranya memanfatkan waktu untuk melakukan hal yang lebih produktif. aku tumbuh tidak seperti anak yang lain. dapat bermain dengan penuh kesenangan dan banyak menghabiskan waktu luang dengan teman teman. aku tidak meneyesal dengan hidup ku. hanya saja sejak kecil aku hidup dengan dunia ku sendiri, dan kurang mendapatkan kasih sayang dari orang tua. keharmonisan dalam keluarga jarang sekali aku temui. aku pernah berpikir untuk apa ada keluarga kalau di dalammnya kita tak merasa bahagia. waktu demi waktu berjalan, tanpa sadar ak...